Apa Kata Supir Bajaj Soal Tragedi Freedom Flotilla?

Ketika kapal relawan Mavi Marmara ditembaki di jalur Gaza hingga jatuh korban mati, di Jakarta dan di kota-kota belahan dunia lainnya, muncul kelompok orang berdemo dengan tema ‘Mengutuk Israel’. Mereka menyebut serangan itu sebagai tindakan biadab ‘yang meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan’, dan pantas dibalas tanpa kemungkinan pertaubatan.

Proses persuasi dimulai.

Berbagai reaksi timbul. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak tudingan internasional atas serangan Senin (31/5/2010) itu. Alasannya: justru sebaliknya, tentara militer Israel membela diri dari keroyokan membabi-buta relawan di atas kapal. Atas alibi tersebut, Israel bersikeras tetap memblokade jalur Gaza.

Sementara, para pemimpin dunia, Rusia, Prancis, Jerman, dan Liga Arab ramai-ramai mengecam tragedi Freedom Flotilla. Presiden AS Barrack Obama mencoba jalan diplomasi yang sangat hati-hati dengan Israel melalui Yordania guna membebaskan relawan yang sempat ditawan. Pun juga demikian Indonesia. Presiden SBY menegaskan jika perlu dibentuk Satgas Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menangani 10 WNI di sana.

LSM dan kelompok Ormas Islam turun ke jalan, memprotes Israel. Bahkan salah satu kelompok menyerukan kekesalan bahwa umat Islam wajib ‘membalas dendam’ atas penindasaan HAM itu. Katanya, hukuman mati dibenarkan oleh Islam bagi kejahatan mencabut nyawa sesamanya, bila keluarga tak memaafkan.

Tetapi, apa kata supir bajaj?
“Itu bukan urusan saya. Lebih penting urusan perut.” – Saimin (45)

Pernyataan blak-blakan Pak Saimin, mengingatkan saya kepada ‘La Fontaine, Fables et Epitres’ tentang sensasi makna sebuah pesan. Dalam ilmu komunikasi seseorang berkata, pesan diberi makna berlainan oleh orang yang berbeda.

Words don’t mean; people mean..

..Un ignorant herita. D’un manuscrit, qu’I’ll porta. Chez son voisin le libraire. Je crois, dit-il, qu’I’ll est bon; Serait bien mieux mon affaire.. (Seorang jahil mendapat warisan, yaitu sebuah naskah. Lalu ia membawa itu ke rumah tetangga penjual bacaan, seraya berkata: ‘Buku ini kukira berharga. Tetapi setalen uang lebih dapat membuat diriku senang’) – La Fontaine, Fables et Epitres

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: