Corat-coret Dari Pojok Pangung JJF 2010

Menumbuhkan gairah penciptaan music jazz Indonesia, demikian tujuan yang hendak dicapai penyelenggara Jakarta International Java Jazz Festival 5,6,7 Maret 2010. Lantas apakah tujuan tersebut telah terlukiskan nyata dan mengena bagi banyak komponis muda Indonesia?

“Musik itu bukan soal gagas menggagas, tetapi seperti pentas seni modern lainnya. Persoalan utama adalah bagaimana menyampaikan ekspresi musikal pemainnya dengan teknik tinggi dan inovatif, ini perlu proses,” kata seniman Butet Kertaredjasa baru-baru ini.

Catatan redaksi, Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) 2010 bertema ‘Jazzin’ Up Remarkable Indonesia’ ditutup oleh special show Kenny ‘Babyface’ Edmunds semalam, Minggu (7/3) di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta. Pertunjukan skala internasional di lokasi yang baru untuk pertama kalinya ini cukup mengundang antusiasme pencipta dan penikmat jazz dari dalam negeri atau negara tetangga seperti Malaysia, dan Singapura.

Butet menganalogikan perenovasian musik jazz dalam sebuah ajang festival internasional ini sebuah birokrasi yang memberi gairah tersendiri khususnya bagi komponis-komponis muda. Persoalannya adalah, bagaimana simpul-simpul pencerahan jazz itu diimplikasikan secara nyata dan di rumah sendiri.

“Ibarat birokrasi, seni juga demikian. Tak perlu hidup dari karya, tapi musik cukup pegang kendali kriteria, kendali lobi,” ujar kakak seniman mooi indie Djadjuk Ferianto ini.

Bukan mengukur seberapa tinggi atau megah pertunjukan jazz tersebut, tetapi bagaimana melahirkan gagasan dan ide-ide segar. “Musik itu seperti pegawai negeri menunggu pensiun. Jika tak direnovasi cuma sekadar tradisi yang lama-lama bisa mati,” imbuhnya.

Menurutnya, kini banyak seniman Indonesia tak berani total menggeluti bidangnya, karena ragu-ragu. Renovasi jazz perlu, tetapi bukan menjiplak tok karya musisi Amerika dan lainnya. Java Jazz misalnya, memediasi pencipta aransemen lagu Dayne Warren berduet dengan musisi jazz muda asal negeri Sandy Sandoro yang sudah kadung tenar di Eropa duluan.

“Saya senang sekali manggung di rumah sendiri (Indonesia). Nggak ada bedanya dengan tampil di panggung Eropa,” ungkap Sandy Sandoro usai berkesempatan menyanyikan lagu Dayne Warren ‘Nothing But Us Know’ di hari kedua JJF.

Penampilan Manhattan Transfer misalnya, tak kalah modern dengan paduan drum dan tuts electric keyboard yang lebih fresh membawakan hits Chanson D’Amour. Atau suguhan suara benik plus petikan gitas Andre Hehanusa dipadu aksen nge-rape membawakan lagu tribute to A Riyanto.

“Ini adalah sebuah persembahan musik yang datang dari jiwa,” kata Andre sebelum berduat dengan Lisa A Riyanto.

“We just play what comes into my mind,” kata pelopor grup vocal Manhattan Transfer Tim Hauser.

Simak juga aksi Jhon Legend di hari pertama JJF yang rata-rata mengundang teriak histeris dan decak kagum kaum muda-mudi ketika beraksi di panggung. Toni Braxton mungkin penampil yang simple modern. Ia memang tak menggabung komposisi baru dalam musiknya. Suara Baxton yang berat dan jazzi telak pantas menjadi pujian.

“JJF tahun ini lumayan bagus! Saya suka penampilan smooth Dayne Warren dan klasik jazz Manhattan Transfer. Catatan untuk acara ini, sound system-nya kurang bagus, agak noise, dan ruangannya panas,” kata seorang pengunjung Selly (28).

Betapapun JJF telah menyumbangkan sebuah kenangan besar dan menjadi pemacu semangat komponis serta musisi muda Indonesia mudah-mudahan menjadi suguhan baru bagi masyarakat jazz dunia. Oleh karena itu, JJF tidak boleh hanya menghasilkan keuntungan prestise atau materi semata, tetapi meninggalkan jejak-jejak budaya musik Indonesia lebih jelas dan orisinil.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: