Kubur Dendam Ala Gus Dur

Day in Feb, 2010

Sebetulnya saya nggak tahu mau nulis apa. Stuck, buntu di otak serasa mau meledak. Flashback sejam sebelum jari saya menari di atas keyboard ini, bos nyuruh bikin tulisan tentang (Alm) Gus Dur (40 hari beliau wafat). Mau sebenernya ngerjain, beneran deh, tapi jam berapa ini. Blom dapet anglenya lagi. Huff, ‘kencan’ dengan Paulo Choelho nanti malam terancam batal, lho kok malah curhat ya? Ah coba dulu lah dari kenyelenehan Mbah Gus, mana tahu bagus.

Sebagian kalangan menyebut Gus Dur sebagai guru bangsa. Sosok mantan Presiden ini tidak hanya sibuk menularkan pentingnya bertoleransi. Gus Dur juga memberi contoh menghapus dendam politik. saya ingat sekali ketika konfliknya denga Mega. Meski tak mau dengar dan sebut namanya (katanya sih begitu) sebetulnya Gus Dur sudah tak menyimpan luka untuk Mega.

Pemilik nama lengkap Abdurrahman Wahid ini memang kerap menciptakan langkah kontroversial. Ucapan dan langkah politiknya kerap ditunggu banyak pihak. Bahkan terkadang sikap Gus Dur ini membuat publik terkaget, tertawa hingga mencibir. Tapi, itulah Gus Dur dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Keprihatinan Wapres Jusuf Kalla mengenai hubungan yang tidak harmonis antar mantan pemimpin negeri ini pun dijawab oleh Gus Dur. JK sempat mengeluhkan silaturahmi antar mantan presiden banyak yang tidak baik. Soekarno dengan Soeharto, Soeharto dengan BJ Habibie, Gus Dur dengan Megawati, dan Megawati dengan Susilo Bambang Yudhoyono, adalah contoh elit yang memiliki hubungan yang tidak baik.

Tetapi keraguan JK itu ditepis Gus Dur. Mantan Ketua Umum PBNU ini menyatakan sudah membuang dendam politik terhadap elit yang ‘menusuk dari belakang’. Elit yang dimaksud adalah Megawati yang menjabat jadi Wapres kala itu, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung dan mantan ketua MPR Amien Rais. Saya jadi ingat perkataan Gus.

“Jangan main dendam-dendaman. Kalau mau dendam, semua saya dendamin. Yang pertama Megawati, kedua Amien Rais,” kata Gus Dur semasa hidup.

Pada tahun 1999, Amien adalah salah satu pentolan dalam faksi poros tengah di MPR. Faksi inilah yang kemudian mengusung Gus Dur menjadi Presiden. Dan Gus Dur menang dalam pemungutan suara mengalahkan Megawati, meski PDI Perjuangan kala itu memimpin perolehan suara dalam Pemilu 1999.

Akan tetapi, saat menjatuhkan Gus Dur dari kursi kepresidenan, lagi-lagi Amien memegang posisi kunci. Dengan bergandengan dengan Golkar dan PDIP serta mayoritas anggota MPR, Amien mengetuk palu melengserkan Gus Dur dan mengangkat Megawati menjadi Presiden.

Sejak tahun 2001 itulah, hubungan Gus Dur dengan Megawati dan Amien renggang. Sesekali Gus Dur menghadiri acara yang dibuka Megawati saat menjadi Presiden. Gus Dur, kala itu, emoh menyalami putri sulung tokoh proklamator itu. Ia memilih untuk hanya menyalami suami Megawati, Taufiq Kiemas.

Namun, kata Gus Dur, niat balas dendam kini sudah dibuang jauh-jauh. Seakan melupakan masa lalu, Gus Dur mengundang Akbar Tandjung untuk hadir dalam deklarasi Gerakan Kebangkitan Rakyat (Gatara).

“Saya menilai Akbar Tandjung penting juga. Dia sosok yang berharga. Kalau ditanya penting ya penting juga,” cetus Gus Dur.

Fenomena seteru masalah politik merembet ke hubungan personal memang kerap mewarnai perpolitikan Indonesia. Antar elit maupun kelompoknya terkadang saling bermusuhan gara-gara persaingan politik. Akibatnya, pernyataan saling menjelek-jelekkan pun terkadang bersahutan.

Tentu tidak ada salahnya, elit yang masih ‘bermusuhan’ untuk meniru langkah Gus Dur. Karena dengan begitu, kita bisa membangun iklim politik yang lebih sehat. Toh, rakyat juga sudah bosan melihat polah elit yang masih bersikap selayaknya anak kecil dan lebih merindukan sikap dewasa serta berjiwa besar. Gus Dur sekarang nggak ada lagi, siapa sekiranya penggati panutan negeri dagelan ini? Ah saya jadi ngantuk, nggak terasa panjang lebar nulis kemana-mana, eh tahunya, tulisan saya rampung juga. Bos, bos, udah nih!!.. Bos..

ik5

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: